Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Menurut sumber yang saya baca, yaitu Wikipedia Bali adalah
adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.
Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
Hingga saat ini sebagain besar masyarakat Bali menggantungkan hidupnya ata mencari nafkah melalui sektor pariwisata.
Pengeluaran sektor pariwisata akan menyebabkan perekonomian masyarakat lokal menggeliat dan menjadi stimulus berinvestasi dan menyebabkan sektor keuangan bertumbuh seiring bertumbuhnya sektor ekonomi lainnya. Pengalaman di beberapa negara bahwa kedatangan wisatawan ke sebuah destinasi wisata juga menyebabkan bertumbuhnya bisnis valuta asing untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi wisatawan selama mereka berwisata. Tercatat juga bahwa di beberapa negara di dunia 83% dari lima besar pendapatan mereka, 38% pendapatannya adalah berasal dari “Foreign Exchange Earnings” perdagangan valuta asing.
Pariwisata Bali sangatlah terkeal dikancah Internasional. Pariwisata Bali telah menorehkan bebarapa prestasi. Diantaranya:
1. Menjadi destinasi pelesir pilihan orang Tiongkok

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebut terdapat sebanyak 5,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berpelesir di Bali sepanjang periode tahun 2017. Dari jumlah itu, wisman yang terbanyak berlibur di Bali datang dari negeri Tiongkok dengan 1,4 juta jiwa disusul Australia dengan 1 juta jiwa, kemudian India dengan 264 ribu jiwa dan Jepang yang menyumbang sekitar 250 ribu jiwa.
Sisanya berturut-turut datang dari benua Eropa yang antara lain Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.
2. Ubud, kota favorit para digital nomad sedunia

Kota Ubud baru saja dinobatkan sebagai lokasi paling favorit bagi para digital nomad bekerja, menggusur Chiang Mai, Thailand. Ubud terpilih sebagai yang terbaik lantaran memiliki vila dengan pemandangan alam nan indah. Ubud juga dikenal memiliki menu makanan vegetarian yang bervariasi. Ada kelas yoga di mana-mana, dan tentunya budaya sekaligus orang-orang Bali yang ramah.
Belum pernah dengar tentang digital nomad? Itu adalah sebutan untuk orang-orang yang berusaha atau bekerja lintas negara tanpa terikat rutinitas kehadiran di kantornya masing-masing. Jadi, semacam pengusaha atau freelancer yang memonitor pekerjaan mereka via jaringan internet. Catatan, para digital nomad tidak tinggal di satu kota dalam jangka waktu yang lama alias seperlunya saja.
Misalnya, ada orang digital nomad asal Korea Selatan yang sedang bekerja lepas di Ubud. Setelah selesai dengan pekerjaannya, dia kembali ke negaranya. Kalau dapat pekerjaan lagi, boleh jadi dia kembali ke Ubud.
3. Subak dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO

Sistem pengairan tradisional Subak, diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO sebagai warisan dunia (world heritage) pada sidang di Saint Petersburg, Rusia tahun 2012 silam.
Subak diakui lantaran filosofi Tri Hita Karana yang telah menjadi kearifan lokal. Tri Hita Karana mengedepankan keseimbangan atau harmonisasi antara Tuhan, manusia dan alam. Cara kerja subak ini bergantung penuh pada bagaimana aliran air bisa mencakup keseluruhan bidang sawah.
Yang menjadi luar biasa tentang subak ini adalah, para petani merundingkan atau bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana cara mereka mengerjakan sebuah lahan. Itu artinya, bagaimana cara areal persawahan dialiri air, seberapa banyak dan seberapa lama, termasuk penanganan saat bencana seperti kemarau panjang. Setelah itu, mereka bergotong royong bekerja mewujudkannya.
Selanjutnya saya akan menjelaskan strategi apa yang digunakan Bali untuk mempertahankan Pariwisata agar tetap dikenal oleh tourist mancanegara ditengah Globalisasi;

Yaitu dengan mempertahankan Kebudayaan yang ada. pngembangan pariwisata Bali ke depan harus tetap mempertahankan budaya dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan Bali tidak berlebihan dikatakan sebagai jantung pariwisata Indonesia yang akan menyelamartkan dan menjadi kekuatan menghadapi serbuan globalisasi.
Jadi, yang hendak dikembangkan Bali bukanlah pariwisaata Mall seperti Singapura. Pariwisata yang selalu menjaga faktor lingkungan. Lingkungan tidak bisa dilepaskan pula dari budaya masyarakat Bali. Jika lingkungan tidak terjaga dengan baik maka daya tarik dan kekuatan pariwisata di Bali akan hilang.

Jika saya memiliki kesempatan untuk membuka atau menjalankan suatu usaha. Maka saya akan memilih untuk memulai usaha dibidang Properti, yaitu membangun Villa.
Dan saya akan membangun Villa tersebut di daerah daerah dekat dengan pariwisata seperti Di Bedugul, Pecatu atau Nusa Dua. Dan saya akan menyewakan Villa tersebut dengan harga yang murah dan standar serta terjangkau.

Untuk memiliki villa sebetulnya bukan hal yang buruk dan memiliki banyak keuntungan. Dengan memiliki villa, anda memiliki sebuah investasi tetap yang nilainya besar. Villa adalah salah satu aset yang nilainya besar karena berada di daerah untuk berlibur. Meski anda membutuhkan tenaga untuk membersihkan dan juga menjaga villa tersebut agar tetap terawat tapi villa adalah sebuah aset besar.
Seperti yang kita tahu harga tanah dan bangunan belakangan ini cukup tinggi sehingga memiliki aset berupa villa adalah hal paling menguntungkan jika dilakukan. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, nilai sewa dari sebuah villa juga tinggi. Apalagi pada masa liburan, memiliki villa bisa menjadi sumber penghasilan yang besar.
Memiliki bisnis villa adalah potensi yang bagus karena mobilitas memilih penginapan yang nyaman saat berada diluar daerah sangatlah meningkat.

Berikut akan saya jelaskan langkah langkah apa saja yang akan saya lakukan untuk memulai bisnis Villa:
Berikut akan saya jabarkan cara yang akan saya gunakan untuk memasarkan Villa saya:

Di zaman sekarang ini, semua orang pasti sudah akrab dengan jejaring sosial seperti facebook, twitter, media sosial semacamnya. Dengan media sosial / internet marketing ini adalah sebuah strategi pemasaran online yang paling efektif dan mudah untuk mempromosikan bisnis Anda. Anda dapat memperkenalkan bisnis hotel Anda tanpa keterbatasan ruang dan waktu, dan juga gratis. Bisnis hotel Anda juga akan tersebar dan semakin dilihat oleh banyak orang.
Semakin banyak dan semakin sering Anda menampilkan produk promo Anda di media sosial, semakin banyak pula pengunjung internet yang melihat dan pada akhirnya menjadi pelanggan atau tamu di hotel Anda.

2. Tempatkan Villa Anda di tempat yang tepat untuk pemasaran hotel
Dalam bisnis pemasaran dan penjualan villa berikutnya adalah dengan cara menempatkan produk villa Anda di tempat yang tepat sesuai dengan pasarnya. Misalnya, jika villa Anda mengusung tema seni maka, Anda melakukan strategi di tempat – tempat yang mengandung unsur seni, seperti galeri pameran seni, museum seni, dll

Revolusi Industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”.
Kita telah merasakan perubahan perubahan besar akibat dari Revolusi Industri 4.0 ini. Seperti adanya Internet. Kita saat ini sedang dalam masa bersejarah, masa saat revolusi industri keempat sedang dibicarakan, dipersiapkan, diperdebatkan, dan dimulai. Melihat pola sejarah, akan terjadi perubahan besar di dunia ini. Jutaan pekerjaan lama yang semula mapan, yang semula diandalkan oleh kakek-nenek bahkan ayah-ibu kita akan menghilang. Jutaan pekerjaan baru yang tak terpikirkan oleh kita akan muncul. Kita telah merasakan perubahan perubahan besar akibat dari Revolusi Industri 4.0 ini.

Revolusi Industri juga telah merubah Pariwisata Indonesia atau mungkin merubah sektor Pariwisata seluruh dunia. Bagaimana tidak, dengan adanya Internet yang mana merupakan dampak dari adanya Revolusi Industri telah mempermudah untuk melakukan perjalanan perjalanan wisata dan mempromosikan suatu objek wisata.
Indonesia telah siap untuk menyambut Revolusi Industri 4.0 untuk memajukan Pariwisata RI. Meteri Pariwisata (MENPAR) Arief Yahya meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.
Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.
Namun Menteri Pariwisata (MENPAR) mengungkapkan dalam melakukan upaya pemanfaatan Revlusi Industri terhadap Pariwisata bukan tidak mengalami hambatan. Salah satu hambatan yang paling terasa berat adalah kurang bersedianya SDM (Sumber Daya Masyarakat) untuk turut bergerak pada bidang ini. Masih banyak para pekerja pariwisata yang masih memilih untuk bekerja dengan cara yang lama.
Oleh karena itu, Pemerintahan kini dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo sedang melakukan berbagai upaya seperti penyuluhan dll, untuk menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia khususnya dibidang Pariwisata. Mengingat begitu besarnya dampak Revolusi 4.0 untuk Pariwisata Indonesia.
“Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.

Salah satu daerah yang telah mulai mengembangkan Revolusi Industri 4.0 untuk Pariwisata adalah daerah Toraja. Tujuan daerah ini mengembangkan Revolusi Industri 4.0 untuk Pariwisata adalah agar dapat menarik perhatian Generasi Milenial.
Internet adalah sebuah media promosi yang tepat bagi setiap stakeholder dua kabupaten Toraja. Ekosistem digital pariwisata 4.0 Toraja itu bukan hanya sekedar promosi, provider, platform, dan traveler. Atau hanya wisatawan dengan platform dan aplikasinya. Tetapi, bagaimana pemerintah dua kabupaten Toraja tersebut melakukan kerjasama baik dengan masyarakat lokal dan startup digital nasional dan internasional.
Pemerintah Kabupaten Toraja telah melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan Pariwisata dengan Revolusi Industri 4.0. Seperti mulai membangun ekosistem dan mengajak milenial profesional yang bergerak pada Industri Revolusi 4.0 untuk menyusun strategi kolaborasi dan SOP Kreatif, yang bertujuan mampu menggaet milenial agar berwisata ke Toraja.

Menurut Bupati Toraja, saat ia melakukan travelling ke berbagai Negara seperti Singapura, Thailand dan Vietnam. Atau melakukan Traveling di Nusantara, seperti Solo, Bali, Semarang, Manado, Serang. Dalam bertavelling saat mencari spot seluruh kebutuhan baik tempat wisata, akomodasi, kuliner hanya modal menanyakan Google. Di Google, banyak blog dan website yang menceritakan caranya berwisata ditempat tersebut.
Maka melakukan pengembangan Pariwisata mengikuti Revolusi Industri 4.0 sangat penting karna dapat membawa dampak yang positif untuk mempromosikan daerah wisata, dan menggaet Generasi Milenial.
Generasi Millenial ini tumbuh dikelilingi berbagai teknologi maju di mana semua hal tentang traveling berada dalam ‘genggaman’ mereka ,
Maka beberapa tahun belakangan ini, Travelling bukan lagi menjadi hal yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan “Berduit” saja bahkan kaum Milenial pun bisa. Siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan dana yang lebih sedikit, fenomena itu kerap disebut “budget travel”.

Bagi milenial jaman sekarang, untuk berwisata ketempat yang instagenic, telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Dan hal ini juga dapat mebuat object wisata menjadi tambah terkenal baik di kancah Nasional ataupun Internasional.
Milenial Travller umumnya memiliki sedikit budget, namun memiliki banyak waktu. Melalui media sosial mereka dapat dengan mudah membuat perencanaan perjalanan dengan biaya yang murah.
Kemenpar Arief Yahya menjabarkan 3 Produk untuk kaum milenial yaitu:
1. Wonderful Startup Academy
2. Nomadic Tourism
3. Destinasi Digital
Wonderful Startup Academy adalah program pengembangan startup business yang bergerak pada sektor pariwisata di Indonesia, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan ICSB Indonesia.

Nomadic Tourism, merupakan konsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas. Konsep ini dirasa mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia yang beberapa bagian merupakan kepulauan dengan akses yang susah dijangkau.

Menpar Yahya menjelaskan destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now).

Kini dibawah Pemerintahan Jokowi, KEMENPAR sedang berusaha untuk mengembangkan SDM Kepariwisataan.
Menurut Yulianus, setidaknya ada lima tema besar yang dipersiapkan dalam pengembangan SDM kepariwisataan. Meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, serta Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0. Selanjutnya, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach.
Menurut Yulianus, tujuan untuk dilakukannya penguatan SDM Kepariwisataan adalah banyaknya pelaku industri wisata yang belum siap menghadapi dunia digital. Padahal industrinya sendiri sudah sangat siap.
“Sebagaimana program Presiden Jokowi, sekarang adalah tahunnya SDM dan mahasiswa sebagai generasi milenial adalah kaum yang sangat tepat untuk membantu pariwisata, khususnya melalui sosial media,” Tegasnya.
Banyak hal yang telah dilakukan oleh kaum milenial yang tanpa mereka sadari telah membantu pariwisata Indonesia. Seperti, travelling ketempat wisata lalu meng-uploadnya di instagram, atau membuat vlog dan meng-uploadnya di youtube, dan menjadi travel blogger.
Apalagi, budget bukan lagi menjadi suatu masalah bagi kaum milenial untuk melakukan Travelling. Saat ini banyak “travel blogger” atau “travel vlogger” yang memberikan tips di akun sosial media mereka tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan biaya murah.
Tren “budget travel”, akhirnya membentuk tren ekonomi digital di mana petualangan dan kenang-kenangan di suatu tempat mengalahkan barang-barang bermerek.
Apalagi kini banyak Travel Agent yang bertransformasi ke milenial tourism. Karena sudah menjadi hal yang umum bahwa pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia. Tanpa itu pariwisata di Indonesia tidak akan mampu untuk bersaing di pasar dunia yang makin ketat, dan tidak mungkin untuk tumbuh tambah tinggi.
Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.
Daerah Yang Berhasil Menerapkan Go Digital

Kota Banyuwangi, Jawa Timur dinilai paling sukses menerapkan program Go Digital di sektor pariwisata. Daerah ini terbilang mahir serta apik memanfaatkan fasilitas teknologi informasi berbasis digital bagi kebutuhan promosi dan pemasaran berbagai hal terkait destinasi wisata.
Tidak heran bila nama daerah tempat kelahiran Menteri Pariwisata Arief Yahya itu sudah mendunia. Sebab, calender of event di semua destinasi wisatanya saja merupakan yang terbaik seantero Indonesia.
Sudah bukan rahasia lagi kalau Banyuwangi menerapkan aplikasi “Banyuwangi in Your Hand” sebagai strategi menunjang kinerja pariwisata. Aplikasi ini bisa diunduh melalui AppStore dan Google Play Store. Di sini, semua database pariwisata sudah tersedia lengkap, mulai destinasi hingga tempat jajanan khas.
Melalui teknologi digital, pintu pariwisata kota kecil sekelas Banyuwangi menjadi sangat dikenal di penjuru dunia. Pada 2015 saja, daerah ini sudah dikunjungi dua juta wisatawan Nusantara (wisnus). Angka tersebut tergolong tinggi, mengingat Bali yang notabene merupakan pulau utama pariwisata Indonesia hanya dikunjungi delapan juta wisnus per tahun.
Milenial, marilah kita turut turun tangan untuk menyukseskan program Go Digital.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.