Generasi Millenial ini tumbuh dikelilingi berbagai teknologi maju di mana semua hal tentang traveling berada dalam ‘genggaman’ mereka ,
Maka beberapa tahun belakangan ini, Travelling bukan lagi menjadi hal yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan “Berduit” saja bahkan kaum Milenial pun bisa. Siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan dana yang lebih sedikit, fenomena itu kerap disebut “budget travel”.

Bagi milenial jaman sekarang, untuk berwisata ketempat yang instagenic, telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Dan hal ini juga dapat mebuat object wisata menjadi tambah terkenal baik di kancah Nasional ataupun Internasional.
Milenial Travller umumnya memiliki sedikit budget, namun memiliki banyak waktu. Melalui media sosial mereka dapat dengan mudah membuat perencanaan perjalanan dengan biaya yang murah.
Kemenpar Arief Yahya menjabarkan 3 Produk untuk kaum milenial yaitu:
1. Wonderful Startup Academy
2. Nomadic Tourism
3. Destinasi Digital
Wonderful Startup Academy adalah program pengembangan startup business yang bergerak pada sektor pariwisata di Indonesia, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan ICSB Indonesia.

Nomadic Tourism, merupakan konsep wisata temporer, baik dari segi akses atau amenitas. Konsep ini dirasa mampu menjangkau destinasi-destinasi wisata alam di Indonesia yang beberapa bagian merupakan kepulauan dengan akses yang susah dijangkau.

Menpar Yahya menjelaskan destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now).

Kini dibawah Pemerintahan Jokowi, KEMENPAR sedang berusaha untuk mengembangkan SDM Kepariwisataan.
Menurut Yulianus, setidaknya ada lima tema besar yang dipersiapkan dalam pengembangan SDM kepariwisataan. Meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, serta Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0. Selanjutnya, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach.
Menurut Yulianus, tujuan untuk dilakukannya penguatan SDM Kepariwisataan adalah banyaknya pelaku industri wisata yang belum siap menghadapi dunia digital. Padahal industrinya sendiri sudah sangat siap.
“Sebagaimana program Presiden Jokowi, sekarang adalah tahunnya SDM dan mahasiswa sebagai generasi milenial adalah kaum yang sangat tepat untuk membantu pariwisata, khususnya melalui sosial media,” Tegasnya.
Banyak hal yang telah dilakukan oleh kaum milenial yang tanpa mereka sadari telah membantu pariwisata Indonesia. Seperti, travelling ketempat wisata lalu meng-uploadnya di instagram, atau membuat vlog dan meng-uploadnya di youtube, dan menjadi travel blogger.
Apalagi, budget bukan lagi menjadi suatu masalah bagi kaum milenial untuk melakukan Travelling. Saat ini banyak “travel blogger” atau “travel vlogger” yang memberikan tips di akun sosial media mereka tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan biaya murah.
Tren “budget travel”, akhirnya membentuk tren ekonomi digital di mana petualangan dan kenang-kenangan di suatu tempat mengalahkan barang-barang bermerek.
Apalagi kini banyak Travel Agent yang bertransformasi ke milenial tourism. Karena sudah menjadi hal yang umum bahwa pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia. Tanpa itu pariwisata di Indonesia tidak akan mampu untuk bersaing di pasar dunia yang makin ketat, dan tidak mungkin untuk tumbuh tambah tinggi.
Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.
Daerah Yang Berhasil Menerapkan Go Digital

Kota Banyuwangi, Jawa Timur dinilai paling sukses menerapkan program Go Digital di sektor pariwisata. Daerah ini terbilang mahir serta apik memanfaatkan fasilitas teknologi informasi berbasis digital bagi kebutuhan promosi dan pemasaran berbagai hal terkait destinasi wisata.
Tidak heran bila nama daerah tempat kelahiran Menteri Pariwisata Arief Yahya itu sudah mendunia. Sebab, calender of event di semua destinasi wisatanya saja merupakan yang terbaik seantero Indonesia.
Sudah bukan rahasia lagi kalau Banyuwangi menerapkan aplikasi “Banyuwangi in Your Hand” sebagai strategi menunjang kinerja pariwisata. Aplikasi ini bisa diunduh melalui AppStore dan Google Play Store. Di sini, semua database pariwisata sudah tersedia lengkap, mulai destinasi hingga tempat jajanan khas.
Melalui teknologi digital, pintu pariwisata kota kecil sekelas Banyuwangi menjadi sangat dikenal di penjuru dunia. Pada 2015 saja, daerah ini sudah dikunjungi dua juta wisatawan Nusantara (wisnus). Angka tersebut tergolong tinggi, mengingat Bali yang notabene merupakan pulau utama pariwisata Indonesia hanya dikunjungi delapan juta wisnus per tahun.
Milenial, marilah kita turut turun tangan untuk menyukseskan program Go Digital.