
Revolusi Industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”.
Kita telah merasakan perubahan perubahan besar akibat dari Revolusi Industri 4.0 ini. Seperti adanya Internet. Kita saat ini sedang dalam masa bersejarah, masa saat revolusi industri keempat sedang dibicarakan, dipersiapkan, diperdebatkan, dan dimulai. Melihat pola sejarah, akan terjadi perubahan besar di dunia ini. Jutaan pekerjaan lama yang semula mapan, yang semula diandalkan oleh kakek-nenek bahkan ayah-ibu kita akan menghilang. Jutaan pekerjaan baru yang tak terpikirkan oleh kita akan muncul. Kita telah merasakan perubahan perubahan besar akibat dari Revolusi Industri 4.0 ini.

Revolusi Industri juga telah merubah Pariwisata Indonesia atau mungkin merubah sektor Pariwisata seluruh dunia. Bagaimana tidak, dengan adanya Internet yang mana merupakan dampak dari adanya Revolusi Industri telah mempermudah untuk melakukan perjalanan perjalanan wisata dan mempromosikan suatu objek wisata.
Indonesia telah siap untuk menyambut Revolusi Industri 4.0 untuk memajukan Pariwisata RI. Meteri Pariwisata (MENPAR) Arief Yahya meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.
Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.
Namun Menteri Pariwisata (MENPAR) mengungkapkan dalam melakukan upaya pemanfaatan Revlusi Industri terhadap Pariwisata bukan tidak mengalami hambatan. Salah satu hambatan yang paling terasa berat adalah kurang bersedianya SDM (Sumber Daya Masyarakat) untuk turut bergerak pada bidang ini. Masih banyak para pekerja pariwisata yang masih memilih untuk bekerja dengan cara yang lama.
Oleh karena itu, Pemerintahan kini dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo sedang melakukan berbagai upaya seperti penyuluhan dll, untuk menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia khususnya dibidang Pariwisata. Mengingat begitu besarnya dampak Revolusi 4.0 untuk Pariwisata Indonesia.
“Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.

Salah satu daerah yang telah mulai mengembangkan Revolusi Industri 4.0 untuk Pariwisata adalah daerah Toraja. Tujuan daerah ini mengembangkan Revolusi Industri 4.0 untuk Pariwisata adalah agar dapat menarik perhatian Generasi Milenial.
Internet adalah sebuah media promosi yang tepat bagi setiap stakeholder dua kabupaten Toraja. Ekosistem digital pariwisata 4.0 Toraja itu bukan hanya sekedar promosi, provider, platform, dan traveler. Atau hanya wisatawan dengan platform dan aplikasinya. Tetapi, bagaimana pemerintah dua kabupaten Toraja tersebut melakukan kerjasama baik dengan masyarakat lokal dan startup digital nasional dan internasional.
Pemerintah Kabupaten Toraja telah melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan Pariwisata dengan Revolusi Industri 4.0. Seperti mulai membangun ekosistem dan mengajak milenial profesional yang bergerak pada Industri Revolusi 4.0 untuk menyusun strategi kolaborasi dan SOP Kreatif, yang bertujuan mampu menggaet milenial agar berwisata ke Toraja.

Menurut Bupati Toraja, saat ia melakukan travelling ke berbagai Negara seperti Singapura, Thailand dan Vietnam. Atau melakukan Traveling di Nusantara, seperti Solo, Bali, Semarang, Manado, Serang. Dalam bertavelling saat mencari spot seluruh kebutuhan baik tempat wisata, akomodasi, kuliner hanya modal menanyakan Google. Di Google, banyak blog dan website yang menceritakan caranya berwisata ditempat tersebut.
Maka melakukan pengembangan Pariwisata mengikuti Revolusi Industri 4.0 sangat penting karna dapat membawa dampak yang positif untuk mempromosikan daerah wisata, dan menggaet Generasi Milenial.