
Menurut sumber yang saya baca, yaitu Wikipedia Bali adalah
adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.
Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
Hingga saat ini sebagain besar masyarakat Bali menggantungkan hidupnya ata mencari nafkah melalui sektor pariwisata.
Pengeluaran sektor pariwisata akan menyebabkan perekonomian masyarakat lokal menggeliat dan menjadi stimulus berinvestasi dan menyebabkan sektor keuangan bertumbuh seiring bertumbuhnya sektor ekonomi lainnya. Pengalaman di beberapa negara bahwa kedatangan wisatawan ke sebuah destinasi wisata juga menyebabkan bertumbuhnya bisnis valuta asing untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi wisatawan selama mereka berwisata. Tercatat juga bahwa di beberapa negara di dunia 83% dari lima besar pendapatan mereka, 38% pendapatannya adalah berasal dari “Foreign Exchange Earnings” perdagangan valuta asing.
Pariwisata Bali sangatlah terkeal dikancah Internasional. Pariwisata Bali telah menorehkan bebarapa prestasi. Diantaranya:
1. Menjadi destinasi pelesir pilihan orang Tiongkok

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebut terdapat sebanyak 5,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berpelesir di Bali sepanjang periode tahun 2017. Dari jumlah itu, wisman yang terbanyak berlibur di Bali datang dari negeri Tiongkok dengan 1,4 juta jiwa disusul Australia dengan 1 juta jiwa, kemudian India dengan 264 ribu jiwa dan Jepang yang menyumbang sekitar 250 ribu jiwa.
Sisanya berturut-turut datang dari benua Eropa yang antara lain Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.
2. Ubud, kota favorit para digital nomad sedunia

Kota Ubud baru saja dinobatkan sebagai lokasi paling favorit bagi para digital nomad bekerja, menggusur Chiang Mai, Thailand. Ubud terpilih sebagai yang terbaik lantaran memiliki vila dengan pemandangan alam nan indah. Ubud juga dikenal memiliki menu makanan vegetarian yang bervariasi. Ada kelas yoga di mana-mana, dan tentunya budaya sekaligus orang-orang Bali yang ramah.
Belum pernah dengar tentang digital nomad? Itu adalah sebutan untuk orang-orang yang berusaha atau bekerja lintas negara tanpa terikat rutinitas kehadiran di kantornya masing-masing. Jadi, semacam pengusaha atau freelancer yang memonitor pekerjaan mereka via jaringan internet. Catatan, para digital nomad tidak tinggal di satu kota dalam jangka waktu yang lama alias seperlunya saja.
Misalnya, ada orang digital nomad asal Korea Selatan yang sedang bekerja lepas di Ubud. Setelah selesai dengan pekerjaannya, dia kembali ke negaranya. Kalau dapat pekerjaan lagi, boleh jadi dia kembali ke Ubud.
3. Subak dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO
Sistem pengairan tradisional Subak, diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO sebagai warisan dunia (world heritage) pada sidang di Saint Petersburg, Rusia tahun 2012 silam.
Subak diakui lantaran filosofi Tri Hita Karana yang telah menjadi kearifan lokal. Tri Hita Karana mengedepankan keseimbangan atau harmonisasi antara Tuhan, manusia dan alam. Cara kerja subak ini bergantung penuh pada bagaimana aliran air bisa mencakup keseluruhan bidang sawah.
Yang menjadi luar biasa tentang subak ini adalah, para petani merundingkan atau bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana cara mereka mengerjakan sebuah lahan. Itu artinya, bagaimana cara areal persawahan dialiri air, seberapa banyak dan seberapa lama, termasuk penanganan saat bencana seperti kemarau panjang. Setelah itu, mereka bergotong royong bekerja mewujudkannya.
Selanjutnya saya akan menjelaskan strategi apa yang digunakan Bali untuk mempertahankan Pariwisata agar tetap dikenal oleh tourist mancanegara ditengah Globalisasi;

Yaitu dengan mempertahankan Kebudayaan yang ada. pngembangan pariwisata Bali ke depan harus tetap mempertahankan budaya dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan Bali tidak berlebihan dikatakan sebagai jantung pariwisata Indonesia yang akan menyelamartkan dan menjadi kekuatan menghadapi serbuan globalisasi.
Jadi, yang hendak dikembangkan Bali bukanlah pariwisaata Mall seperti Singapura. Pariwisata yang selalu menjaga faktor lingkungan. Lingkungan tidak bisa dilepaskan pula dari budaya masyarakat Bali. Jika lingkungan tidak terjaga dengan baik maka daya tarik dan kekuatan pariwisata di Bali akan hilang.
